Yang saya alirkan dalam tulisan ini adalah rasa salah saya dalam membersamai anak pada sesi menumbuhkan kreatifitas anak2. Cara pandang saya selama ini setelah diadukan dengan ilmu baru tentang kteatifitas dikelas Bunsay, membuat hancur perasaan saya berkeping keping 😄 bagaimana tidak?? Konsep saya menumbuhkan kreatifitas anak dengan memasukan anak saya pada pendidikan di usia dini, play group lah... aneka lomba lah..bukan menumbuhkan melainkan menjejali mereka dengan berbagai konsep dari luar.konsep sekolah yang memukul rata kemampuan setiap anak dengan kurikulumnya. Saya lupa atau bahkan tidak mengerti bahwa anak2 saya terlahir dengan memiliki kreatifnya sendiri, they were artist.
YA bahwa menginginkan mereka berubah, adalah kami ortunya yg harus berubah terlebih dahulu. YA bahwa menginginkan mereka kreatif, kami lah ortu yg harus kreatif dalam membersamai mereka.
Telah dikupas didalam group bersama Fasil, jd apa yg menghambat ortu untuk kreatif? Adalah mood, rasa malas, keinstanan ortu dalam membersamai anak lbh pd menyerahkan mereka ke konsep sekolah, ngga PD, terjebak dalam rutinitas yang tak fokus !! 😨😢
Satu kata yang harus dijelaskan dalam tulisan ini MAAF nak !! , atas ketidak kreatifan kami, atas segala ketidakmengertian kami dalam membersamai kalian
TerimaKasih untuk ilmu2nya IIP !! 😍😙
#InstitutIbuPrifesional
#KelasBunsay
#Thinkcreatif
Ruang menulis ku
Rabu, 01 November 2017
Senin, 09 Oktober 2017
Mengupas intisari buku
Buku ini sdh saya beli setahun silam, cara membaca sy yg harus dalam keadaan tenang sehingga hari ini sy baru saja mentuntaskannya, sy coba ambil intisari-hikmah dari buku ini yuk,jadi orangtua shalih, sebelum meminta anak shalih.
Kebanyakan dari masyarakat kita bahwa menikah dan memiliki anak adalah sebuah perjalanan wajar dari proses hidup manusia. Tanpa pembekalan ilmu yang sesuai bagaimana baiknya menjadi suami dan isteri, seringkali menikah dimaknai "sudah waktunya". Hal serupa dengan memiliki anak- menjadi ayah dan bunda ya...sudah waktunya dikasih ALLAH. Tidak salah, karena dimaknai sebagai bentuk penerimaan atas qodarullah. Tapi untuk membentuk Rumah Tangga sesuai syariat Islam , sehingga menghasilkan generasi yang qurotta'ayyun adalah tugas/missi pribadi yang mandatorynya langsung dari Allah. Terlebih ketika orangtua sibuk mempersiapkan kelahiran buah hati, hendaknya apa yg dipersiapkan adalah baju (akhlak), boks (norma), keretadorong (pemikiran) yg akan diinstalkan pada keturunan
Buku ini mengupas cara berkomunikasi orangtua dengan anak, cara membersamai anak, bagaimana menjadikan ayah dan bunda selalu kompak didepan anak agar terhindar dari kebingungan. Bagaimana kita meletakan titik fokus kita, agar selalu berfokus pada perilaku baik BUKAN perilaku buruk mereka, fokus pada kelebihan BUKAN pada kekurangan, fokus pada solusi BUKAN pada masalah.
Anak adalah rejeki /karunia tetapi jika tidak pandai mengelola maka anak2 sebagian akan menjadi beban orang tuanya dan menjadi masalah untuk lingkungannya.
Kebanyakan dari masyarakat kita bahwa menikah dan memiliki anak adalah sebuah perjalanan wajar dari proses hidup manusia. Tanpa pembekalan ilmu yang sesuai bagaimana baiknya menjadi suami dan isteri, seringkali menikah dimaknai "sudah waktunya". Hal serupa dengan memiliki anak- menjadi ayah dan bunda ya...sudah waktunya dikasih ALLAH. Tidak salah, karena dimaknai sebagai bentuk penerimaan atas qodarullah. Tapi untuk membentuk Rumah Tangga sesuai syariat Islam , sehingga menghasilkan generasi yang qurotta'ayyun adalah tugas/missi pribadi yang mandatorynya langsung dari Allah. Terlebih ketika orangtua sibuk mempersiapkan kelahiran buah hati, hendaknya apa yg dipersiapkan adalah baju (akhlak), boks (norma), keretadorong (pemikiran) yg akan diinstalkan pada keturunan
Buku ini mengupas cara berkomunikasi orangtua dengan anak, cara membersamai anak, bagaimana menjadikan ayah dan bunda selalu kompak didepan anak agar terhindar dari kebingungan. Bagaimana kita meletakan titik fokus kita, agar selalu berfokus pada perilaku baik BUKAN perilaku buruk mereka, fokus pada kelebihan BUKAN pada kekurangan, fokus pada solusi BUKAN pada masalah.
Anak adalah rejeki /karunia tetapi jika tidak pandai mengelola maka anak2 sebagian akan menjadi beban orang tuanya dan menjadi masalah untuk lingkungannya.
Senin, 27 Maret 2017
Sebenarbenarnya sahabat adalah dia...
Yg tak lelah mendengar kisahku
Yg tak bosan menangkap pesan ksedihanku
Yg tak jenuh melihat peluh ku
Sebenarbenarnya sahabat adalah dia...
Yg mengerti ketika ku mau kembali
Yg menerima ketika salah dan aku bersama
Yg mengajak tanpa melihat kelamnya jejak
Sebenarbenarnya sahabat adalah dia...
Yg tak mencaci lagi memaki
Yg tak menghardik tapi mendidik
Mengucap hikmah tanpa salah
Melantunkan kata lembut yg terurut
Sebenarbenarnya sahabat adalah DIA...
Yg tak lelah mendengar kisahku
Yg tak bosan menangkap pesan ksedihanku
Yg tak jenuh melihat peluh ku
Sebenarbenarnya sahabat adalah dia...
Yg mengerti ketika ku mau kembali
Yg menerima ketika salah dan aku bersama
Yg mengajak tanpa melihat kelamnya jejak
Sebenarbenarnya sahabat adalah dia...
Yg tak mencaci lagi memaki
Yg tak menghardik tapi mendidik
Mengucap hikmah tanpa salah
Melantunkan kata lembut yg terurut
Sebenarbenarnya sahabat adalah DIA...
Sabtu, 25 Februari 2017
Melatih kemandirian anak
Membiasakan anak baik si sulung yg sekarang 12thn bahkan si bungsu yg 7tahun. Untuk membantu kami ketika sedang sibuk di toko. Adalah usaha kami menjadikan usaha tidak sekedar ikhtiar duniawi tapi bagaimana menjelaskan bahwa usaha/bisnis sebagai sejadah kita. Membantu krn lillah, dan sebagai sebab kemandirian mereka kelak. Hari ini papanya packing barang. Ade naura ikut menghitung barangnya, aa nau sementara melayani pembeli, mamanya beresin nota dan transaksi aja deh...hehehe
Selasa, 14 Februari 2017
Aliran rasa komunikasi produktif
Pertama kali mengenal komunitas Ibu Profesional saja rasanya sudah mengerenyitkan dahi,alisku naik sebelah dan ya...pantasnya kedua tangan ini naik dan seperti ingin mengatakan...."ntah lah..."
Disusul dicekoki ilmu matrikulasi oleh tim fasil disitu sy mrasa dipompa untuk mengenali diri ini,fungsi sy dan semua pengetahuan yg sy punya untuk lebih mengenal saya dan dunia saya. Disitu ternyata sy merasa baru mengenal diri sy secara detail serta mulai menyusun step2 kecil ttg dunia sy.
Kali ini di kelas bunda sayang, mengenali komunikasi produktif. Bagaimana idealnya kita berkomunikasi. Bukan dengan siapa2 kok..ngga usah dulu lah berbicara sama publik. Sama keluarga sendiriiii saja : suami dan anak2. Ternyata sy banyak sekali harus mencari tahu karena jauh dr standar ideal. bahkan berkomunikasi dgn diri sy sendiri pun masih belum tertata rapi.
Benar2 seperti bu Septi bilang. Seperti halnya menaiki gunung. Ngos...ngosan dibuatnya. Bukan karena lelah menaiki nya. Terlebih lelah menata diri yg mengetahui ternyata diri ini kemarin tiada apa2nya. Semoga lelah ini menjadi berkah utk kehidupan sy selanjutnya.
Disusul dicekoki ilmu matrikulasi oleh tim fasil disitu sy mrasa dipompa untuk mengenali diri ini,fungsi sy dan semua pengetahuan yg sy punya untuk lebih mengenal saya dan dunia saya. Disitu ternyata sy merasa baru mengenal diri sy secara detail serta mulai menyusun step2 kecil ttg dunia sy.
Kali ini di kelas bunda sayang, mengenali komunikasi produktif. Bagaimana idealnya kita berkomunikasi. Bukan dengan siapa2 kok..ngga usah dulu lah berbicara sama publik. Sama keluarga sendiriiii saja : suami dan anak2. Ternyata sy banyak sekali harus mencari tahu karena jauh dr standar ideal. bahkan berkomunikasi dgn diri sy sendiri pun masih belum tertata rapi.
Benar2 seperti bu Septi bilang. Seperti halnya menaiki gunung. Ngos...ngosan dibuatnya. Bukan karena lelah menaiki nya. Terlebih lelah menata diri yg mengetahui ternyata diri ini kemarin tiada apa2nya. Semoga lelah ini menjadi berkah utk kehidupan sy selanjutnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
